Berhasil Meneliti Budaya Kabasaran, Mahasiswa Unima Berprestasi Bawa Aspirasi ke Billy Lombok

berhasil-meneliti-budaya-kabasaran-mahasiswa-unima-berprestasi-bawa-aspirasi-ke-billy-lombok

Last Updated on September 21, 2021 by administrator

Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok, Jumat (17/9/2021) menerima Mahasiswa berprestasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Manado (UNIMA). Dalam Program Kreativitas Mahasiswa atas penelitiannya tentang “Peran Komunitas Kabasaran Dalam Menjaga Identitas Kebudayaan Minahasa”.

Para mahasiswa yang berkunjung ke DPRD Sulut didampingi langsung oleh Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unima Tondano, Recky Sendouw dan Dosen Pembimbing PKM Eka Yuliana Rahman.

Usai bertemu dengan mahasiswa, kepada wartawan Ketua Fraksi Demokrat ini menjelaskan para mahasiwa datang ke DPRD Sulut sebagai stakeholder pembentuk peraturan perundang-undangan.

“Harus diapresiasi yang dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka prestasi daerah. Mahasiswa Unima ini mewakili daerah berkompetisi secara nasional,” ucap Lombok.

Lanjut Sekretaris DPD Demokrat Sulut ini, yang patut digaris bawahi, mahasiswa membawa budaya Minahasa yakni Kabasaran.

“Budaya ini tak mengenal agama, latar belakang. Budaya ini ingin mempersatukan semua kepentingan dari stakeholder orang-orang Minahasa maupun Sulut. Mahasiswa Unima ingin merangkul semua kepentingan yang ada di Sulut,” jelasnya.

Lombok menyebutkan, baik dan bagusnya mahasiswa tersebut, mereka sudah tampil ditingkatan nasional. Dan datang di DPRD untuk menyampaikan hasil penelitian.

“Mereka sampaikan kepada pemerintah hasil penelitian. Mereka juga sudah memiliki skill, keterpanggilan dalam meneliti. Nah, ini kan akademisi kita perlu dorong agar ada hasil. Dan mereka sudah sampai di situ. Jadi perlu diapresiasi karena mereka sudah ada prestasi, kemudian ada keberanian untuk membangun daerah,” ujar Lombok.

Lombok menyatakan, prestasi yang diraih mahasiswa Unima ini akan memberikan motivasi pada generasi muda. ” Ternyata budaya itu tak berhenti di satu titik saja. Namun perlu untuk ada hal yang lain,”tambahnya. Sambil menyatakan, sebagai generasi muda agar lebih memperhatikan budaya.

“Dengan adanya perkembangan teknologi yang seola-ola menggeser budaya, maka penelitian mahasiswa ini bisa jadi tolak ukur apa yang perlu dilakukan generasi muda, maupun generasi yang ada saat ini,” tukas Anggota DPRD Sulut tiga periode ini.

Lombok menegaskan juga bahwa mahasiswa itu perlu ada prestasi. Makanya perlu ada perhatian pemerintah terhadap prestasi yang ditunjukan mahasiswa. Sebab, mengadakan penelitian biayanya tak murah.

“Makanya mereka datang untuk laporkan hasil penelitian sebagaimana syarat kualifikasi lomba. Sekaligus harapan DPRD agar pemerintah perhatikan prestasi generasi muda kali ini soal budaya. Dan mahasiswa juga mendorong adanya Perda Budaya,” tutup Lombok.