Sulawesi Utara Jadi Piloting Program Afirmasi Kedokteran, UNIMA dan Pemprov Sulut Jadi Narasumber
Jakarta – Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. Joseph Philip Kambey, SE, MBA, Ak., bersama Gubernur Sulawesi Utara dalam hal ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Denny Mangala, M.Si, turut menjadi narasumber dalam Pertemuan Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kamis (22/10/2026), di Auditorium Lantai 2, Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta.
Pertemuan ini merupakan bagian dari tindak lanjut upaya percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis dalam rangka mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI. Program ini diarahkan untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dokter spesialis/subspesialis (PPDS) serta dokter gigi spesialis/subspesialis (PPDGS) melalui kemitraan sistem kesehatan akademik dan dukungan pembiayaan beasiswa.
Kegiatan ini turut melibatkan pimpinan Kemdiktisaintek, kementerian dan lembaga mitra, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Kepala Staf Kepresidenan. Hadir pula perwakilan asosiasi institusi pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi, organisasi kemasyarakatan, gubernur dan bupati pemberi beasiswa pendidikan dokter spesialis, pimpinan perguruan tinggi penerima beasiswa, serta para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, dibahas strategi penguatan beasiswa pendidikan, program akselerasi pendidikan kedokteran gigi, serta penempatan residen tingkat mandiri. Salah satu fokus pembahasan adalah Piloting Program Afirmasi Kedokteran di Sulawesi Utara, yang melibatkan Gubernur Sulawesi Utara dan 15 bupati di wilayah Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan kedokteran dan menjawab kebutuhan tenaga dokter di daerah.
Rektor UNIMA menjelaskan bagaimana upaya dari Perguruan Tinggi dalam pendirian Fakultas Kedokteran (FK), termasuk dukungan Gubernur serta jajaran pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yg mengeluarkan rekomendasi serta permohonan kepada Presiden RI untuk pendirian FK ini. Dukungan Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara tidak hanya sebatas rekomendasi tapi juga pemberian beasiswa kepada 48 orang mahasiswa baru Kedokteran UNIMA.
Keterlibatan UNIMA dalam forum ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan sektor kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung penyediaan dokter spesialis dan subspesialis secara lebih merata, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pertemuan ini juga menegaskan komitmen bersama seluruh stakeholders untuk mendukung Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi, termasuk melalui penguatan kemitraan, dukungan beasiswa, serta peningkatan kapasitas pendidikan kedokteran guna mewujudkan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas bagi Indonesia, khususnya Sulawesi Utara.
Editor / Penulis: Pengelola Web
>




