Next Generation Campus Intelligence
Online


Dosen UNIMA Gelar Edukasi Nilai Pancasila untuk Cegah Cyberbullying di MTs Plus Tarbiyah Tondano

Dosen UNIMA Gelar Edukasi Nilai Pancasila untuk Cegah Cyberbullying di MTs Plus Tarbiyah Tondano >

Dosen UNIMA Gelar Edukasi Nilai Pancasila untuk Cegah Cyberbullying di MTs Plus Tarbiyah Tondano


Dosen UNIMA Gelar Edukasi Nilai Pancasila untuk Cegah Cyberbullying di MTs Plus Tarbiyah Tondano

Tondano, 24 September 2026

Universitas Negeri Manado (UNIMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi bertajuk “Edukasi Nilai Pancasila dalam Bermedia Sosial bagi Siswa untuk Mencegah Cyberbullying”. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di MTs Plus Tarbiyah Tondano, Kampung Jawa Lingkungan I, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap maraknya fenomena cyberbullying di kalangan pelajar seiring meningkatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan penguatan nilai-nilai Pancasila, tim dosen UNIMA berupaya membekali siswa dengan kesadaran etis dan sikap bijak dalam berinteraksi di ruang digital, sekaligus menanamkan semangat empati dan toleransi sejak usia sekolah menengah.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja tim dosen UNIMA lintas jurusan, yang diketuai oleh Lenny Leorina Evinita, B.Sc., MA., MBA., Ph.D., bersama empat anggota lainnya, yaitu Pebisitona Mesajaya Purba, S.E., M.Ak.; Supriyanto, S.E., M.Si.; Ismail, M.Hum.; Irvandi W. Ombuh, M.M.; dan Hamsa, S.Pd., M.Pd. Dalam pelaksanaannya, tim ini turut menggandeng 16 mahasiswa UNIMA yang dilibatkan secara aktif, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

 

Sebanyak 30 siswa-siswi MTs Plus Tarbiyah Tondano mengikuti kegiatan ini dengan antusias tinggi. Kepala MTs Plus Tarbiyah Tondano, Fitriawati Lababa, M.Pd., turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa edukasi mengenai nilai kebangsaan dan literasi digital semacam ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh siswa di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan secara berkala demi menjaga generasi muda dari dampak negatif dunia maya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif keilmuan yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Sri Selda Mansnandifu, S.Pd., Gr., yang berprofesi sebagai Guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 6 Tondano, membawakan materi berjudul “Merawat Empati Digital: Kenali Dampak Cyberbullying bagi Teman Sebaya”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya siswa mengenali tanda-tanda dan dampak psikologis cyberbullying, baik bagi korban maupun pelaku, serta bagaimana empati dapat menjadi benteng utama dalam pergaulan sebaya.

 

 

 

 

Narasumber kedua, Pebisitona Mesajaya Purba, S.E., M.Ak., Dosen Jurusan Akuntansi UNIMA sekaligus Alumni Training of Trainers (ToT) Lemhannas RI, membawakan materi “Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bermedia Sosial untuk Mencegah Cyberbullying”. Ia mengajak para siswa untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, seperti kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan, dalam setiap aktivitas bermedia sosial sehari-hari sebagai upaya pencegahan tindakan perundungan siber. Sementara itu, narasumber ketiga, Supriyanto, S.E., M.Si., Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi UNIMA yang juga merupakan Alumni ToT Lemhannas RI, membawakan materi bertajuk “Pancasila di Era Society 5.0”. Ia mengupas relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah transformasi digital yang begitu cepat, serta bagaimana generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa di tengah tantangan disrupsi teknologi.

Ketiga sesi materi berlangsung secara interaktif, diselingi diskusi dan simulasi kasus nyata seputar cyberbullying, sehingga para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga mampu mempraktikkan sikap bijak dalam menghadapi dan mencegah perundungan di dunia maya.

 

 

 

 

Kegiatan pengabdian ini turut sejalan dengan sejumlah target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pada aspek SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, kegiatan ini berkontribusi memperkuat literasi digital dan pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila sebagai bagian dari pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi siswa. Pada SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, kegiatan ini turut mendukung upaya pencegahan kekerasan dalam bentuk cyberbullying serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan damai bagi anak dan remaja. Adapun pada SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, kolaborasi antara UNIMA, MTs Plus Tarbiyah Tondano, dan tenaga pendidik dari sekolah lain sebagai narasumber menjadi bukti nyata pentingnya sinergi lintas institusi dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian UNIMA berharap dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara digital, berkarakter kuat, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.