Dialog Bersama Dosen dan Mahasiswa Baru, Prodi Kedokteran UNIMA Siapkan Talenta Kesehatan untuk Sulawesi Utara


  • 24 Agustus 2026
  • Admin

Manado, 22 Agustus 2026 — Semangat dan optimisme mahasiswa baru Program Studi Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (UNIMA) terlihat dalam sesi dialog bersama dosen dan perwakilan mahasiswa baru yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, Sabtu (22/8/2026).

Meskipun baru menjalani perkuliahan selama kurang lebih satu minggu, para mahasiswa telah mampu menyampaikan misi, harapan, serta komitmen mereka untuk bersama-sama membangun standar mutu Prodi Kedokteran UNIMA. Dialog berlangsung secara terbuka dan konstruktif, memperlihatkan antusiasme mahasiswa untuk menjadi bagian dari proses pengembangan Program Studi Kedokteran UNIMA.

Salah satu hal yang mengemuka dalam dialog adalah komitmen mahasiswa untuk kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan dan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di wilayah masing-masing. Tidak sedikit di antara mereka yang memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengambil peran dalam pengembangan layanan serta sumber daya manusia kesehatan di daerah.

Menariknya, beberapa mahasiswa berpotensi menjadi “dokter pertama” dari kabupaten asal mereka. Kondisi ini menjadi motivasi tersendiri bagi para mahasiswa untuk tidak hanya menjadi tenaga medis, tetapi juga menjadi inspirator dan mentor bagi generasi muda di daerahnya yang ingin mengikuti jejak mereka menjadi dokter.

Semangat tersebut sekaligus menjadi refleksi penting terhadap penerapan sistem seleksi afirmasi dalam pendidikan kedokteran. Dengan tetap menjaga standar mutu, didukung oleh Fakultas Kedokteran pembina serta kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah, skema afirmasi dinilai mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menjaring talenta terbaik dari setiap kabupaten/kota.

Praktik baik ini diharapkan dapat menjadi model yang terus dikembangkan, termasuk bagi calon Fakultas Kedokteran lainnya di Sulawesi Utara. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci untuk memastikan pendidikan kedokteran tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah.

Dalam sesi dialog tersebut turut hadir sejumlah tenaga ahli dan pakar yang memberikan perspektif serta penguatan terhadap pengembangan FK UNIMA, yakni Prof. T. Basaruddin, Tenaga Ahli Mendiktisaintek; Prof. Tri Hanggona Achmad, Tenaga Ahli Mendiktisaintek; Aprilia Ekawati Utami, Tenaga Ahli Ditjen Dikti; Eric Daniel Tenda, Satuan Tugas PPDS Universitas Indonesia; serta Andi Tajrin, Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) dari Universitas Hasanuddin.

Kehadiran para ahli tersebut memberikan penguatan bagi Prodi Kedokteran UNIMA dalam membangun fondasi pendidikan kedokteran yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memiliki orientasi pengabdian yang kuat.

Ke depan, keberadaan Prodi Kedokteran UNIMA diharapkan semakin bertumbuh dan berkembang seiring dengan rencana pembangunan Rumah Sakit UNIMA. Kehadiran rumah sakit pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran, penelitian, pelayanan kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Sulawesi Utara.

Dialog bersama mahasiswa baru ini menjadi salah satu gambaran awal bahwa FK UNIMA tidak hanya sedang membangun sebuah institusi pendidikan kedokteran, tetapi juga sedang menyiapkan generasi dokter yang memiliki kompetensi, integritas, serta komitmen untuk kembali dan membangun daerahnya.

Editor / Penulis: Pengelola Web